Orkes Keroncong Lapseg Mambangkik Warisan Seni Keroncong Kota Tua

Orkes Keroncong Lapseg Mambangkik Warisan Seni Keroncong Kota Tua
Walau seni music keroncong tidak popular lagi di kalangan masyarakat terlebih di kalangan muda, namun Orkes Keroncong Lapseg yang digawangi sekelompok seniman musik Sawahlunto tetap  tak patah arang menghidupkan kembali  seni budaya ini. Semangat ini semakin menyala-nyala ketika beberapa kalangan masyarakat dan  Pemerintah Kota Sawahlunto memberi  peratian terhadap existensinya.Tak sekedar dukungan pembinaan melalui Dinas Pariwisata dan Budaya, Pemko juga mendukung  keberangkatan grup seni ini  pada pementasan di Solo Keroncong Festival 2013 yang berlangsung 13 hingga 14 September lalu.

OK Lapseg yang didukung oleh personil  music Eraflah,  Adril BW, Edi Sartono, Slank, Prasetio, Nyoto, Jaz, Romi,  dan vokalis An Muchtar menyatakan terimakasihnya atas dukungan  tokoh masyarakat, Pemko Sawahlunto, dan perantau minang  yang peduli terhadap eksistensi warisan seni yang nyaris dilupakan ini. “Walau music keroncong saat ini kurang mendapat tempat di masyarakat, namun dukungan dari berbagai pihak ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus  berkarya mempertahankan eksistensi budaya  di negerinya sendiri“  tutur Eraflah Ketua OK Lapseg.

Adril atau akrab disapa BW salah satu pentolan orkes ini mengatakan musik keroncong merupakan salah satu kesenian  yang hidup dan menjadi hiburan favorit di kota lama Sawahlunto. Ia mengetahui hal ini dari orang tuanya yang juga seniman jaman dulu.

Pada jamannya di kawasan Tangsi Baru sebagai pusat peradaban pekerja tambang, hidup beberapa orkes keroncong yang digawangi para seniman pekerja tambang.  Kini seniman-seniman keroncong Tempo dulu itu rata-rata telah memasuki usia senja, bahkan banyak yang telah tiada. Seni keroncongpun ikut terlupakan zaman.

Sebagai pewaris seni keroncong tempo dulu, BW  dan rekannya Eraflah serta seniman-seniman muda lainnya  bersatu membangkitkan kembali kekayaan seni budaya khas Indonesia ini.

Agar dapat diterima oleh semua kalangan, OK lapseg memberi warna berbeda dengan mengkreasikan dengan lagu-lagu daerah dan lagu modern, namun tetap mempertahankan pakem-pakem keroncong yang ada.

Dengan kolaborasi lagu modern dalam alunan keroncong, grup seni ini berharap berbagai kalangan tidak hanya dapat menikmati  tetapi juga  tertarik untuk mempelajari seni tradisi ini.

Perjuangan Adril BW, Eraflah dan kawan-kawan mulai dilirik berbagai kalangan, setelah sempat mewarnai film Kunang-kunang Di Atas Emas Hitam yang syuting di Sawahlunto beberapa waktu lalu,  kalangan mudapun  mulai  tertarik untuk bergabung dan mempelajari  keroncong.

Bahkan masyarakatpun mulai menerima kembali  kehadiran keroncong yang dikemas kekinian, hal ini terlihat dari antrean tawaran manggung, mulai dari acara kenduri hingga manggung di beberapa pameran.(erni)