Pelatihan Konservasi BCB (Benda Cagar Budaya)

Pelatihan Konservasi BCB (Benda Cagar Budaya)

Pembangunan dan perkembangan kota-kota besar maupun kecil di Indonesia jika tidak dikendalikan, maka akan berpengaruh terhadap keberadaan Benda Cagar Budaya, Struktur Cagar Budaya, Situs Cagar Budaya, maupun Kawasan Cagar Budaya yang sudah barang tentu mengancam kelestarian Cagar Budaya tadi. Demi menyelamatkan Cagar Budaya setiap pemerintah di daerah sudah berusaha melakukan tindakan konservasi dalam bentuk pemugaran, pelindungan, pemanfaatan, dan bahkan revitalisasi. Namun upaya tersebut belum sepenuhnya didukung oleh sumber daya manusia yang dimiliki setiap Pemda atau Pemprov karena keterbatasan keahlian dan pengetahuan di bidang konservasi. Oleh karena itu Balai Konservasi menyelenggarakan workshop konservasi cagar budaya dalam bentuk pelatihan praktek lapangan bagaimana menangangi kerusakan Benda Cagar Budaya. Demikian dikatakan Candrian Attahiyyat, Kepala Balai Konservasi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta.

Menurut Candrian, praktek lapangan ini diutamakan bagi PNS pemprov DKI Jakarta. Namun, kesempatan juga diberikan kepada beberapa Pemda. Para peserta pelatihan terdiri atas para sarjana di bidang arkeologi, arsitektur, teknik sipil, planologi, dan ilmu lingkungan. Mereka antara lain berasal dari sejumlah suku dinas di DKI Jakarta, PT Kereta Api Indonesia, Balai Pelestarian Cagar Budaya, dan Kementerian Pekerjaan Umum.

Pelatihan Konservasi Benda Cagar Budaya Struktur Bata diselenggarakan pada 10-17 September 2013 bekerja sama dengan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI). Lokasi pengamatan adalah bangunan-bangunan kolonial di kota tua Jakarta dan benteng van der Wijk Gombong. Di Trowulan, lokasi pengamatan adalah Candi Brahu, Candi Bajang Ratu, dan Candi Tikus. Para pengajar berasal dari kalangan arkeologi, arsitek, dan tenaga konservator yang pernah menangani Candi Borobudur.