Dirjen Pentaan Ruang Dukung Program JKPI

Dirjen Pentaan Ruang Dukung Program JKPI

Rencana Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) untuk ikut meramaikan World Culture Forum (WCF) di Pulau Bali pada November mendatang mendapat dukungan dari Dirjen Penataan Ruang, Kementerian Pekerjaan Umum. Bahkan siap bersinergi dengan JKPI untuk melaksanakan workshop peningkatan dan pendukungan Program Penataan dan Pelestarian Kota Pusaka (P3KP) yang sudah menjadi program Dirjen Penataan Ruang, Kementerian Pekerjaan Umum tersebut.

Direktur Jenderal Penataan Ruang, Kementerian Pekerjaan Umum, M. Basuki Hadi Muljono dalam ruang kerjanya, Rabu (24/7) kepada Ketua Presedium JKPI, Walikota Ternate dan Walikota Surabaya mengatakan siap mendukung program kerja yang dilakukan JKPI. “Kita berharap JKPI dapat bersinergi dengan Direktorat Tata Ruang untuk membuat dan menjalankan program kerja dalam aksi Kota Pusaka” katanya.

Berkaitan dengan rencana keikutsertaan JKPI pada WCF yang digagas oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada bulan November mendatang di Bali, Basuki memberikan apresiasi yang baik. Bahkan katanya, perlu adanya kegiatan workshop dalam bentuk tataran teknis untuk kabupaten/kota yang peduli dengan pusaka. Disamping itu, program P3KP yang juga merupakan program Dirjen Penataan Ruang tersebut dapat menjadi landasan program untuk pelaksanaan program-program lainnya. “Dalam workshop nantinya kita harapkan walikota/bupati yang tergabung dalam JKPI bisa berbagi cerita tentang pelestarian di daerah masing-masing,” tambah Basuki.

Ketua Presedium, Walikota Surabaya, Tri Rismaharini yang hadir dalam pertemuan tersebut lebih jauh berharap memasukkan kawasan hijau dapat dimasukkan dalam benda cagar budaya, bukan hanya sebatas bangunan saja. Artinya, program P3KP dapat disinerjikan dengan Program Penataan dan Pelestarian Kota Hijau (P3KH) yang digagas oleh Direktorat tata Ruang.

Sementara itu, Ketua Presedium, Walikota Ternate, H. Burhan Abdurrahman, lebih menekankan kepada bagaimana mendorong program P3KP kepada anggota JKPI yang betul-betul berminat dan memiliki keseriusan. “Lebih baik berbicara kualitas program daripada kuantitas program” tambahnya.

Tidak hanya itu, Burhan Abdurrahman juga memaparkan bagaimana beliau mencari solusi terhadap Benteng Orange di Kota Ternate, yang didalamnya terdapat asrama TNI dan Kepolisian. Dalam arti kata, keberadaan kedua asrama aparatur negara dapat hidup damai dalam satu kawasan yang yang dikelilingi benteng.

Paparan tersebut tambah Burhan, adalah sulusi damai yang dapat  menjadi model di tempat lain. Permasalahannya, bagaimana penataan kawasan tersebut harus dikeroyok secara bersama-sama oleh banyak lembaga sehingga benteng Orange yang memiliki luas 3 hektar itu mampu menjadi icon kota dan memberikan kontribusi positif untuk kota.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Sekretaris Dirjen Penataan Ruang, Direktur Tata Ruang, Direktur Eksekutif JKPI dan perwakilan pengurus JKPI dari Kota Pekalongan dan Jakarta Utara. (Adrial)