Sungai Penuh Anggota Baru JKPI

Sungai Penuh Anggota Baru JKPI

Kota Sungai Penuh, Jambi bergabung dalam keanggotaan baru Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI). Dengan demikian, sudah terdapat 49 anggota JKPI di seluruh Indonesia. Jumlah yang cukup banyak ini diharapkan dapat memberi kontribusi yang berharga bagi negara dalam pelestarian pusaka yang ada.

Keikutsertaan Sungai Penuh menjadai anggota JKPI setelah dilakukan verifikasi ke kota tersebut oleh tim pakar JKPI pada tanggal 13 Mei 2013 kemarin. Turut selaku tim pakar dalam verifikasi tersebut adalah Taufik Rahzen ( Budayawan), Budi A Sukada ( Arsitektur) dan Direktur Eksekutif JKPI sendiri, Asfarinal.

Acara verifikasi berlangsung pada dua sesi kegiatan, yaitu Seminar/Sosialisasi Penataan dan Pelestarian Pusaka Alam dan Pusaka Budaya yang berlangsung di Hotel Mahkota, Sungai Penuh, serta kegiatan peninjauan peninggalan bersejarah ( pusaka alam dan pusaka budaya) ke lapangan.

Acara verifikasi ke Sungai Penuh mendapat respon yang baik dari masyarakat setempat, terutama dalam hal pelestarian budaya. Kota yang terletak dibawah kaki Gunung Kerinci ini banyak pemyimpan peninggalan bersejarah serta budaya yang unik dan pantas untuk dilestarikan. Beberapa peninggalan bersejarah yang ditinjau tim pakar JKPI adalah Masjid Agung Pondok Tinggi, Larik di beberapa sudut kota, Tabuh Besar, beberapa koleksi keramik tua dan lain sebagainya. Sementara untuk budaya adalah pertunjukan tari Rantak Kudo yang diperagakan oleh sanggar tari Kota Sungai Penuh.

Dalam verifikasi tersebut, ketua tim pakar JKPI, Asfarinal mengatakan Kota Sungai Penuh menyimpang banyak peninggalan bersejarah yang layak untuk dijual ke wisatawan. “Sungai Penuh memiliki banyak peninggalan bersejarah dan itu layak untuk dijual kepada wisatawan. Jika perlu, pemerintah Kota Sungai Penuh bisa membuka paket wisata yang mengaitkan Gunung Kerinci sebagai tujuan wisata,” katanya.

Dengan adanya paket wisata tersebut, Kota Sungai Penuh dapat dijadikan sentra tempat bermukimnya wisatawan mengingat kota ini sangat representative dalam hal akomodasi bagi wisatawan. Tidak hanya itu, Asfarinal juga menyarankan adanya pendirian museum di Kota Sungai Penuh sebagai langkah awal memperkenalkan kota sebagai kota pusaka yang menyimpan banyak peninggalan bersejarah. Adrial