Jejak Peninggalan Belanda di Stasiun Bogor

Jejak Peninggalan Belanda di Stasiun Bogor

Jika Anda berwisata ke Bogor dengan menggunakan kereta api, maka di pemberhentian terakhir, stasiun Bogor akan terasa berbeda dari stasiun-stasiun lainnya. Tak dipungkiri, stasiun Bogor merupakan salah satu stasiun tertua yang dimiliki kota Bogor, Jawa Barat. Stasiun kereta api Buitenzorg (Nama Bogor Tempo Doeloe) dibangun oleh Perusahaan Kereta Api Staatsspoorwegen pada tahun 1872 dan mulai dibuka pada 1873 sebagai stasiun terakhir untuk jalur Batavia-Buitenzorg (Jakarta-Bogor).

Pembukaan jalur ini untuk mempersingkat perjalanan Batavia-Buitenzorg (Jakarta-Bogor) yang saat itu masih menggunakan kereta kuda untuk melayani penumpang. Semakin meningkatnya jumlah penumpang yang hilir-mudik Bogor-Jakarta (Jakarta-Bogor) maupun sebaliknya diperlukan ruang-ruang lebih besar agar bisa menampung banyak orang. Karena itu pada 1881, stasiun Bogor diperluas. Salah satu ruangan di stasiun ini terdapat prasasti yang didirikan pada 1881. Prasasti itu terbuat dari marmer sebagai persembahan karyawan sebagai ucapan selamat pagi terhadap D Marschalk yang memasuki masa pensiun atas jasanya mengembangkan perkeretaapian di Pulau Jawa.

Stasiun Bogor itu Stasiun memiliki luas kurang lebih 5.955 m2 yang dibangun di areal lahan seluas 43.267 m2.  Lokasi tepatnya di Jalan Nyi Raja Permas Kelurahan Cibogor Kecamatan Bogor Tengah, Jawa Barat. Bentuk bangunan stasiun Bogor dua lantai ini sangat kental dengan arsitektur Eropa. Hal ini dapat dilihat dengan motif bangunan khas Eropa yang digunakan. Seperti motif geometrik awan, kaki-kaki singa dan relung-relung bagian lantai. Sebagiannya dalam kondisi asli alias belum diubah tapi sebagian lainnya sudah direhab keramik. Kusen pintu masuk dan jendelanya masih dalam kondisi utuh dengan gaya khas. Hal yang menarik dari stasiun ini adalah lapangan yang ada didepannya yang konon bernama Wilhemina Park.

Setiap hari stasiun Bogor melayani rute perjalanan berbagai tujuan. Terdiri dari KRL (Kereta Rel Listrik) ekonomi, KRL ekonomi-AC, dan KRL ekspres Pakuan. Kereta Pakuan dengan lintasan Jakarta-Bogor-Jakarta, KRL Ekonomi dan Commuter Line AC  tujuan Jatinegara. (NURAKHMAYANI)