Salah Satu Bangunan Cagar Budaya Salatiga Dihancurkan

Salah Satu Bangunan Cagar Budaya Salatiga Dihancurkan

Kota Salatiga kembali kehilangan salah satu bangunan cagar budaya (BCB) yang dimilikinya. Rumah bekas peninggalan dr Muwardi di Jalan Pemuda 11, tepat di belakang Mall Ramayana dirobohkan pemiliknya. Dinas Perhubungan Komunikasi Kebudayaan dan Pariwisata (Dishubkombudpar) Salatiga menyatakan, rumah dirobohkan pemiliknya tanpa izin. Rumah tinggal itu sebelumnya dikontrak Lembaga Pendidikan Keterampilan Be Smart selama enam tahun terakhir. Namun, lembaga itu dua pekan terakhir pindah karena rumah itu dijual oleh pemiliknya. Rumah tersebut mempunyai teras terbuka dengan atap pelana. Kediaman ini dibangun dengan ciri arsitektur campuran tradisional dan kolonial.

Berdasarkan website cagarbudayasalatiga.com, rumah bekas kediaman dr Muwardi diinventaris sebagai BCB dengan nomor 11 73/Sla/115. Bangunan yang dibangun tahun 1900 itu, sebenarnya dalam kondisi yang terawat baik.

Di zaman perjuangan, dr Muwardi, yang namanya kini diabadikan menjadi nama jalan di Salatiga, menggunakan rumah tersebut untuk melayani masyarakat. Muwardi adalah dokter lulusan School Tot Opleiding Voor Indische Artsen (STOVIA), yang mempunyai spesialisasi penyakit telinga, hidung, dan tenggorokan (THT).

Berbagai aktivitas perjuangan terus dilakukannya. Atas berbagai jasanya, tahun 1964 dia dianugerahi gelar Pahlawan Kemerdekaan Indonesia. “Dokter Muwardi adalah pahlawan yang pernah mendiami rumah yang kini dihancurkan. Ini sangat disayangkan,” kata Eddy Supangkat, penulis buku Salatiga Sketsa Kota Lama. Eddy berharap Pemkot Salatiga dapat mengambil langkah-langkah nyata dan strategis agar kejadian sertupa tidak terjadi lagi di kemudian hari.

Sementara itu, Dinas Perhubungan, Komunikasi, Budaya dan Pariwisata Kota Salatiga, Bustanul Arifin mengaku tidak mengetahui pembongkaran tersebut. Menurut Bustanul hingga kini pihaknya tidak pernah memberikan izin atas pembongkaran itu. “Kami akan menelusuri siapa pemiliknya. Mereka sebelumnya tidak mengajukan izin apapun,” katanya.

Teks&Foto: Berbagai sumber

Penulis: Nurakhmayani