MEDAN PROMOSIKAN PARIWISATA DI SITF 2012

MEDAN PROMOSIKAN PARIWISATA DI SITF 2012

Untuk yang ketujuh kalinya Sumatera International Travel Fair (SITF) 2012 kembali digelar pada 28 hingga 31 Oktober 2012 di Santika Premiere Dyandra Hotel & Convention Medan, Sumatera Utara. SITF secara resmi dibuka oleh Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar, Senin (29/10/2012). Dalam sambutannya, Sapta menjelaskan dengan potensi alam yang luar biasa, semestinya Sumut bisa lebih banyak menarik wisatawan asing. “Apalagi hotel berbintang sudah banyak berdiri di Medan. Bandara Kuala Namu juga bakal segera beroperasi sehingga Sumut seharusnya memanfaatkan kesempatan itu,” katanya.

Sementara itu, ketua panitia pelaksana SITF Bibie Lubis mengatakan pameran kali ini diikuti 60 buyers dari Belanda, Jerman, Malaysia, Kamboja, Vietnam, India, Thailand, Filipina, Singapura, Taiwan, China, dan Indonesia. Sementara peserta pameran berjumlah 55 dari berbagai pelaku pariwisata seperti agen dan biro perjalanan, pemerintah daerah, perwakilan dari Malaysia, Singapura, Thailand, serta sejumlah maskapai penerbangan, dan hotel. Sedangkan untuk tingkat lokal, para pengusaha yang terlibat memasarkan jasa dan produk wisatanya pada ajang pasar wisata kali ini didominasi oleh hotel-hotel terkemuka, khususnya yang ada di Kota Medan. ”Pada pelaksanaan SITF tahun silam, penjual jasa wisata dan produk wisata lebih menonjol dari kalangan pengusaha travel agen,” kata Bibie Lubis yang juga didampingi sejumlah pengusaha Medan di antaranya dr Rosihan Arbie, Raya Timbul Manurung, Tandeanus Sukardi dan Sabri Basya.

Selanjutnya Bibie Lubis mengatakan SITF tahun ini selain memperkenalkan produk dan jasa wisata serta objek wisata yang ada di Kota Medan dan Sumut, pihak penyelenggara akan membawa pengunjung mancanegara melakukan field trip di antaranya mengunjungi bandara internasional di Kualanamu dan sejumlah objek wisata andalan yang ada di Sumut.

“Kami akan menunjukkan kepada pengunjung mancanegara tersebut bahwa di Sumatera Utara sedang dibangun sebuah bandara berkelas dunia plus infrastruktur pendukungnya,” kata Bibie Lubis. Selain mengunjungi Bandara Internasional Kualanamu, pengujung mancanegara, khususnya yang berasal dari Eropa juga akan dibawa mengunjungi objek wisata di Tangkahan Langkat dan Danau Toba (Toba Samosir).

Dalam SITF juga diadakan seminar bertema “Kuala Namu is as a Hub of Regional and International Flight” dan seminar tentang “Heritage Tourism“. Selain pameran dan seminar acara ini juga dimeriahkan Kuliner Fiesta dan pertunjukan budaya dari berbagai provinsi di Sumatera.

 

TEKS&FOTO: BERBAGAI SUMBER

PENULIS: NURAKHMAYANI