Walikota Surabaya: “Mengelola Cagar Budaya Harus Kreatif”

Banyaknya cagar budaya yang di miliki Indonesia saat ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah pusat maupun daerah untuk melestarikannya. Dalam sambutan pada Welcome Dinner dikediamannya,Walikota Surabaya, Ir. Rismaharini, MT Senin (22/10) lalu mengakui kesulitan untuk merawat cagar budaya yang ada di Surabaya Jawa Timur.

Menurutnya untuk melestarikan cagar budaya diperlukan biaya besar. Untuk itu, pemerintah daerah harus kreatif mengelola cagar budaya serta mendapatkan pendapatan dari hasil cagar budaya tersebut. “Tapi kami selalu berupaya kami selalu dispensasi untuk bangunan cagar budaya pajak PBB nya kami beri potongan 50 persen,” ujar Rismaharini.

Sementara ketua JKPI, Ir. H. Amran Nur pada kesempatan yang sama menjelaskan pentingnya pemerintah daerah melestarikan cagar budaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Dengan melestarikan peninggalan-peninggalan pusaka hasil budaya dapat menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara. Ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujar Amran.

Dalam Welcome Dinner kali ini, para tamu dihibur dengan tarian-tarian serta pentas seni lainnya dari beberapa daerah anggota JKPI. Misalnya Keroncong Tugu dari Jakarta Utara, Talempong Paciak dari Sawahlunto, Sang Wanito Tomo dari Yogyakarta, dll.

(Nurakhmayani)