YOGYAKARTA AKAN REVITALISASI 5 BAGUNAN CAGAR BUDAYA

YOGYAKARTA AKAN REVITALISASI 5 BAGUNAN CAGAR BUDAYA

Pemerintah provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta akan segera merevitalisasi lima bangunan dan benda cagar budaya. Revitalisasi dilakukan sebagai upaya pelestarian bangunan karena memiliki nilai sejarah.

Kelima bangunan dan benda cagar budaya yang akan direvitalisasi tersebut adalah Tugu Pal Putih,  Warung Sate Puas di Jalan Gamelan Yogyakarta, Masjid Pathok Negoro Mlangi, Benteng Vredeburg dan Pura Pakualaman.

Revitalisasi Tugu Pal Putih dilakukan dengan membuat taman berbentuk kotak seluas dua meter persegi mengelilingi Tugu. Di sekeliling taman juga akan dibuat pedestrian dengan lebar setengah meter. Setelah revitalisasi dilakukan, masyarakat akan dilarang menaiki Tugu untuk berfoto seperti yang selama ini kerap dilakukan. Masyarakat bisa berfoto dari pedestrian yang telah ada, sehingga Tugu bisa terjaga kelestariannya. Selain itu revitalisasi Tugu akan dilanjutkan dengan pembuatan diorama luar ruang yang menceritakan sejarah dan filosofi Tugu. Pembuatan diorama tersebut, rencananya dilakukan pada 2013.

Di Warung Sate Puas, revitalisasi akan difokuskan di bagian pendopo serta atap bangunan dan diharapkan sudah dapat diselesaikan pada Oktober. “Bangunan yang menjadi Warung Sate tersebut dahulu pernah digunakan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX untuk menyusun strategi Serangan Umum 1 Maret 1949,” kata Kepala Bidang Sejarah, Purbakala dan Museum Dinas Kebudayaan DIY Nursatwika di Yogyakarta.

Menurut Nursatwika, pihaknya membeli bangunan tersebut dari pemiliknya dengan harga Rp 2 miliar dan kemudian direvitalisasi. Setelah revitalisasi selesai, bangunan yang cukup luas tersebut kemudian akan dimanfaatkan sebagai Kantor Dewan Kebudayaan DIY serta untuk kepentingan pariwisata. “Dengan digunakan sebagai kantor dan tujuan wisata, diharapkan kelestarian bangunan akan terjaga karena nanti akan ada dana untuk perawatan dan kebutuhan lain,” katanya.

Sementara itu, revitalisasi di Benteng Vredeburg dilakukan dengan memperbaiki diorama serta memulihkan kembali fungsi jagang atau parit yang ada di depan benteng. Selain memulihkan parit, juga akan ditambah air mancur serta adanya pencahayaan yang lebih baik di Benteng Vredeburg. Pekerjaan revitalisasi tersebut diharapkan selesai pada Oktober.

Sedangkan Puro Pakualaman akan direvitalisasi di bagian atapnya. Nursatwika berharap pihaknya dapat segera menyelesaikan saeluruh revitalisasi pada tahun ini.

TEKS&FOTO: BERBAGAI SUMBER

PENULIS: NURAKHMAYANI