PESTA ADAT MATA’A SUKU CIA-CIA

PESTA ADAT MATA’A SUKU CIA-CIA

Mata’a atau dalam bahasa buton “bersenang-senang” merupakan pesta adat masyarakat suku cia-cia Laporo, Baubau, Sulawesi Tenggara. Pesta adat ini merupakan bentuk rasa terima kasih karena berhasil dalam masa panen. Pesta adat ini biasanya digelar menjelang masa tanam berikutnya.

Ada beberapa prosesi yang dilakukan dalam pesta adat mata’a yaitu “Pisampea” atau mengheningkan cipta yang dipimpin oleh ketua adat. Dalam prosesi ini semua yang hadir dalam pesta adat ini berdoa untuk para leluhur dan tokoh adat yang sudah mendahului, “mendoakan mereka yang telah pergi supaya diampuni dosanya dan berdoa agar para pengikut adat diberi kekuatan dalam melestarikan budaya serta adat” tutur salah satu peserta yang hadir.

Prosesi selanjutnya yaitu ’buloliano galampa’ yang berarti berjalan mengintari baruga sebanyak empat kali sembari membawa “wawonii” atau makanan yang disimpan pada sebuah wadah yang berbenua sisi kehidupan.

Bentuk segi empat menandakan bahwa masyarakat Laporo yang mendiami empat arah yakni utara, selatan, timur dan barat dari semua sisi kehidupan diberi limpahan rezeki yang melimpah dari yang Maha Kuasa.

 

Setelah prosesi buloliano, pemuka adat memimpin doa dengan tujuan agar masyarakat “patowala patosingku” dalam melaksanakan segala kegiatan atau usahanya selalu diberi perlindungan, kekuatan dan diberi kemudahan rezeki atas apa yang diusahakannya oleh yang Maha Kuasa.

(Teks&Foto;Wari Artiko)