Mengenang Jas Merah di Blitar

Mengenang Jas Merah di Blitar

“Jas Merah, Jangan sekali kali meninggalkan sejarah” Masih ingatkah ungkapan tersebut? Ya, ungkapan ini pertama kali dilontarkan oleh presiden pertama RI, Presiden Soekarno dalam pidato HUT RI Agustus 1966. Untuk mengingat kembali sejarah Presiden Soekarno atau yang akrab disapa Bung Karno, tak ada salahnya berkunjung ke Museum dan Perpustakaan Bung Karno yang menyatu dengan makam Bung Karno di Jalan Kalasan No.1,  Blitar, Jawa Timur.

Awalnya lokasi Museum Bung Karno adalah komplek perumahan Istana Gebang yang menjadi tempat tinggal Bung Karno. Kemudian saat Megawati Soekarnoputri, putri Bung Karno menjadi Presiden, komplek perumahan Istana Gebang berubah menjadi Perpustakaan dan Museum Bung Karno (Persada). Peresmiannya dilakukan pada tanggal 3 Juli 2004 oleh Presiden RI Megawati Soekarnoputri.

Pembangunan perpustakaan dan museum ini untuk mengenang jasa Bung Karno tidak hanya sebagai Proklamator maupun kepahlawanan Presiden RI pertama, Soekarno. Tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan intelektual segenap lapisan masyarakat untuk melanjutkan perjuangan bangsa dalam mewujudkan cita-cita di masa mendatang. Ide, gagasan, konsep dan pemikiran-pemikiran Bung Karno adalah kekayaan intelektual yang menjadi aset Negara dan sejajar dengan pemikiran ahli dan ideologi yang berkembang di dunia.

Di dalam museum ini, terpajang benda-benda dan peninggalan yang berkaitan dengan kehidupan Bung Karno sejak masa kecil sampai akhir hayatnya. Selain itu,  juga ada lukisan Bung Karno yang terkenal dengan sebuah misteri. Kabarnya lukisan ini berdenyut tepat dibagian jantungnya. Seolah-olah Bung Karno masih hidup. Lukisan Bung Karno berukuran 150 cm x 175 cm dibuat oelh IB Said tahun 2001 dan dihibahkan sendiri oleh sang pelukis ke museum.Di tempat ini pula terdapat bendera merah putih yang terbuat dari kain mukena dan sempat dikibarkan di  Rengasdengklok.

Selain museum, juga ada perpustakaan. Berbagai buku dan jurnal yang mengandung ilmu pengetahuan tersimpan rapih di dalamnya. Pemerintah setempat berharap, adanya museum dan perpustakaan itu bisa melengkapi paket wisata yang ada di Kota Blitar.

(NURAKHMAYANI)