KARANGASEM KEMBANGKAN KONSEP KOTA PUSAKA

KARANGASEM KEMBANGKAN KONSEP KOTA PUSAKA

Prospek Kabupaten Karangasem, Bali,  di masa mendatang nampaknya makin bersinar. Hal ini didukung apresiasi Tim Kota Pusaka Kementerian PU  yang menilai Karangasem menyimpan pesona menakjubkan dalam potensi warisan   pusaka. Dinas Budaya dan Pariwisata (disbudpar) kabupaten Karangasem merencanakan akan terus menata keberadaan obyek dan daya tarik wisata agar wisatawan makin tertarik mengunjungi Kabupaten Karangasem.

Kepala disbudpar I Wayan Purna, S.Sos, menyatakan, keindahan alam Karangasem dan budaya unik telah disaksikan langsung oleh tim kota pusaka pusat yang mengakui potensi keindahan tersebut. Kabupaten Karangasem yang berada di ujung timur Pulau Bali dengan kondisi wilayah berbukit dan berlembah, memiliki beragam keindahan alam yang berpotensi menjadi aset pusaka. Daerah ini juga memiliki sejarah pemerintahan yang panjang dan mewariskan kekayaan atau aset Pusaka Budaya yang luar biasa.

Diharapkan model pariwisata kota pusaka dapat dikemas lebih baik menyusul adanya upaya mengajukan usulan kepada UNESCO untuk menjadikan khasanah kekayaan pusaka Karangasem sebagai world heritage sehingga   bisa membiayai pelestariannya dan melibatkan langsung masyarakat secara ekonomis.

Kebijakan pengembangan pariwisata diarahkan untuk menyongsong terbukanya prospek industri pariwisata Karangasem ke depan. Pasalnya disamping adanya kebijakan moratorium mengarahkan wisatawan  ke Bali Timur dan Utara, juga trend perkembangan pariwisata Karangasem pasca tuntasnya Dermaga Cruise nanti bakal menjadi perhatian dunia intenasional.

Peluang ke depan bakal  makin terkuak menyusul adanya  perencanaan pembangunan infrastruktur skala besar seperti komitmen untuk mengalihkan status jalan sabuk wisata Seraya, rencana kelanjutan jalan Prof Mantra hingga ke Bali timur dan Bali Utara, komitmen penyelesaikan dermaga cruise Tanah Ampo di tahun 2012 serta rencana rintisan Pelabuhan Amed.

Perkembangan pariwisata tersebut telah didukung oleh keberadaan sejumlah sarana prasarana seperti Artshop sebanyak 145 buah, Money Changer 15 buah, sarana 10 jenis Inkra sebanyak 26.804, salon/spa sebanyak 60 buah. Sementara di bidang akomodasi tersedia hotel bintang 6 buah terdiri Bintang lima 1 buah,  Bintang empat dan tiga masing-masing 2 buah dan Bintang dua ada 1 buah dengan jumlah kamar 287 kamar,  sedangkan Pondok Wisata sebanyak 102 buah dengan jumlah kamar 294 kamar dan hotel Melati sebanyak  99 buah  dengan jumlah kamar 1.580 kamar.

Adapun aset Pusaka Budaya itu di antaranya Puri Agung Karangasem, Taman Ujung, Tirta Gangga, Pura Besakih, objek wisata mistis Desa Tenganan, Budakeling, dan Sidemen. Aset Pusaka Alam meliputi Bukit Jambul, Iseh, Putung, Agro Sibetan, Tulamben, Bentang Sawah di Desa Tegenan.

Dalam tatanan kebijakan rencana tata ruang wilayah (RTRW), keberadaan aset-aset pusaka yang ada di Kabupaten Karangasem baik alam maupun budaya, telah dituangkan melalui arahan zonasi Perda sebagai payung hukum. Perda RTRW itu sudah mendapat persetujuan DPRD setempat dan sedang dievaluasi di tingkat Provinsi Bali.

KATEGORI: NEWS

PENULIS: NURAKHMAYANI