BI Resmikan Bangunan Cagar Budaya

BI Resmikan Bangunan Cagar Budaya

Satu lagi bangunan cagar budaya diresmikan di Solo, Jawa Tengah akhir Agustus lalu. Bank Indonesia (BI) meresmikan bangunan cagar budaya rumah kuno peninggalan Keraton Kasunanan Surakarta yang terletak di jalan Ronggowarsito. Upacara penandatanganan dilakukan langsung oleh Deputi Gubernur BI Ardhayadi Mitroatmodjo disaksikan Wali Kota Solo Joko Widodo, serta pakar arsitektur sekaligus budayawan Eko Budihardjo.

Awalnya rumah yang dibangun pada 1824 tersebut kurang terawat. Kemudian Bank Indonesia Solo melakukan konservasi yang dimulai pada 28 Mei 2012 dan menghabiskan  biaya Rp 280 juta. Pemugaran dilakukan melibatkan arsitek lokal untuk mengembalikan bangunan ke bentuk aslinya. Kemudian Bank Indonesia memberi nama Griya Kridha Lumaksa yang berarti rumah untuk berkarya secara berkesinambungan. Ardhayadi mengatakan Griya Kridha Lumaksa bisa digunakan untuk berbagai kegiatan di bidang ekonomi, sosial, seni, dan budaya. Dengan pemugaran kembali, Ardhayadi berharap, generasi muda bisa melihat Rumah Joglo khas Jawa Tengah yang telah berumur lebih dari 150 tahun.

Sementara Eko Budihardjo menilai, bangunan bersejarah yang berdiri di areal perkantoran baru yang modern menjadi contoh yang baik untuk kota lainnya. “Ada bangunan lama dan baru tapi luluh menjadi satu adalah contoh yang bagus sekali,” ujarnya.

Bangunan rumah terdiri dari beberapa bagian, yaitu teras atau pendapa, lalu ndalem ageng berupa bangunan persegi dan tertutup dinding pada seluruh sisinya. Di belakang ruangan ini terdapat tiga ruangan, yaitu kamar tidur untuk anggota keluarga laki-laki, kamar tidur untuk anggota keluarga perempuan dan ruangan tengah.

Di ruangan tengah ndalem ageng terdapat krobongan, yaitu sebuah ruangan yang biasa digunakan untuk menyimpan berbagai benda pusaka yang memiliki kekuatan magis. Juga sebagai tempat bersemedi atau berdoa kepada Tuhan. Sebuah bangunan pendukung terletak di barat rumah utama. Menurut penuturan warga sekitar, dulunya bangunan dua lantai tersebut sebagai tempat usaha membatik dan pegadaian.

Penulis: Nurakhmayani

Teks&Foto: Berbagai Sumber