JKPI Bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Gelar Seminar Nasional di FKN

JKPI Bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Gelar Seminar Nasional di FKN

Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menggelar seminar nasional pada rangkaian Fetival Keraton Nusantara (FKN) VIII di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara. Seminar ini dilangusungkan sebelum acara FKN dibuka secara resmi di Aula Kantor Balaikota Baubau, Sabtu (1/9).

Seminar yang mengangkat tema “Pusaka Kota Raja Sebagai Pusat Budaya Kreatif” ini dihadiri para sultan, raja, pemangku adat se Nusantara yang sekaligus sebagai peserta FKN VIII. Tidak hanya itu, beberapa unsur pemerintahan setempat juga turut mewarnai seminar serta beberapa anggoata JKPI sendiri.

Pembahasan tentang budaya kreatif ini menjadi bahan diskusi yang menarik bagi peserta mengingat masih adanya peserta seminar yang belum memahami konsep budaya yang kreatif. Bahkan beberapa peserta justru belum mengetahui adanya keterkaitan antara budaya dan industri kreatif.

Plt. Dirjen Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif , Drs. Ukus Kuswara, MM., dalam sambutannya sekaligus selaku keynote speaker pada seminar tersebut mengatakan kekayaan dan keragaman budaya yang ada di Indonesia memberi arti sendiri terhadap ekonomi kreatif. Keragaman ini menjadi daya tarik bagi wisatawan serta menjadi nilai yang tinggi bagi kita yang masih berpegang kepada kebudayaan yang ada.

Ajang FKN sendiri kata Ukus adalah wadah untuk memperkenalkan kekayaan keragaman budaya sekaligus inventaris bagi kita untuk melihat betapa besar dan beragamnya budaya yang ada di Indonesia. Kesemua itu kalau dibungkus dengan baik serta dikelolah dengan semestinya akan melahirkan ekonomi kreatif yang tentunya akan bermuara kepada kesejahteraan masyarakat sendiri.

Senda dengan Ukus, Direktur Pengembangan Seni Pertunjukan dan Industri Musik, Juju Masunah Ph.D. yang turut sebagai pembicara dalam seminar tersebut menilai budaya yang ada tentunya mengandung unsur ekonomi kreatif jika disajikan dengan menarik. Artinya, sajian yag menarik tentunya akan mengundang wisatawan untuk berkunjung. Begitu juga dengan seni pertunjukan, jika ditampilkan dengan maksimal dengan sendirinya akan mengundang orang banyak untuk menontonnya.

Tidak hanya membahas budaya kreatif, seminar yang juga dihadiri oleh beberapa unsur organisasi setempat juga membahas budaya korupsi. Langka ini dibicarakan bagaimana budaya korupsi untuk tidak mengakar dalam sendi budaya masyarakat.

Beberapa pembicara yang hadir dalam seminar tersebut, adalah Direktur Eksekutif JKPI, Asfarinal yang mengangkat Kota Pusaka Kota Kreatif, Antropolog UI, Tony Rusdiansyah, Ph.D., mengusung tema “Ranah dan Kultur Kreatif: Kebhinekaan dan Budaya Bahari di Buton”, Dr. Halilitar Latief, mengusung tema “Revitalisasi Seni Pertunjukan dan Budaya Bahari”, L.A. Munafi S.Pd.,M.Si., mengusung “Urgensi, Transformasi Nilai Budaya dan Pembentukan Keadaban”, Ahmad Yunus selaku penulis “Meraba Indonesia” juga turut hadir sebagai pembicara serta Iwan Setiawan, mantan reperter Tempo dan SCTV, mengusung “Dokumentasi Budaya”. Adrial