Fertress Film Festival Pertama Kali di Indonesia Digelar di Baubau

Fertress Film Festival Pertama Kali di Indonesia Digelar di Baubau

Untuk pertama kalinya di Indonesia, Fortress Film Festival digelar di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara. Festival film ini dilangsungkan disela-sela kegiatan Festival Keraton Nusantara ke-VIII yang digelar di kota ini pada tanggal 1 – 4 September 2012 lalu.

Untuk penyelenggaraannya sendiri dilangsungkan di kawasan Benteng Wolio, yang merupakan benteng terluas di dunia. Kawasan ini dipandang sangat menarik mengingat latarbelakang sejarah pendirian benteng serta kawasan yang dipandang sangat luas. Tidak hanya itu, benteng yang memiliki panjang 3,6 km ini juga terletak sangat strategis dan memiliki pemandangan alam yang menakjubkan.

Untuk pemutaran film-film sendiri, dilakukan di salah satu Baruga yang ada di kawasan Benteng Wolio. Sedangkan film yang diputar adalah film-film dokumenter tentang pusaka di Indonesia maupun pusaka dunia ( The World Heritage). Tidak hanya itu, film dokumenter perjalanan yang bersifat edukasi juga dihadirkan, seperti Meraba Indonesia, Ekspedisi ‘Gila’ Keliling Indonesia karya Ahmad Yunus.

Pimpinan Ikon123 yang juga selaku pencetus Fortress Film Festival di Baubau, Taufik Rahzen mengatakan festival film ini merupakan festival pertama di Indonesia. Dan diharapkan untuk kedepan, Indonesia khususnya Kota Baubau dapat menjadi tuan rumah pada Fortress Film Festival tingkat Asia Tenggara.

Sebelum dilangsungkan festival, pembukaan ditandai dengan penyerahan Bendera Fortress Film Festival dari Taufik Rahzen kepada Drs. Ukus Kuswara, MM., (Plt. Dirjen Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI) yang selanjutnya diserahkan kepada Walikota Baubau, Amirul Tamin.

Amirul Tamin dalam sambutannya mengatakan, Fortress Film Festival yang pertama kali digelar di Indonesia dan ditempatkan di Kota Baubau adalah anugerah yang luar biasa. Diharapkan dengan adanya festival ini, Baubau akan dikenal banyak orang.

Disamping itu, Amirul menambahkan kalau festival film tersebut sudah layak ditempatkan di Kota Baubau, yang tidak lain memiliki benteng terluas di dunia, yaitu Benteng Wolio. Tidak hanya itu, nilai sejarah benteng dipandang juga sangat menarik karena benteng seluas itu dibangun oleh pribumi sendiri, tidak ada campur tangan pemerintahan Kolonial Belanda saat itu. “Semoga kedepan Kota Baubau bisa menjadi tuan rumah pada penyelenggaraan Fortress Film Festival tingat Asia Tenggara,” harapnya.

Penyelenggaraan festival film ini atas kerjasama Ikon123, Unesco, JKPI dan Pemerintah Kota Baubau. Untuk pemutaran film dilakukan di dua tempat, Baruga di kawasan Benteng Wolio dan Hotel Annisa, yang ada di pusat Kota Baubau. Adrial