WARGA PADATI GREBEK SYAWAL

WARGA PADATI GREBEK SYAWAL

 

Lain Pekalongan lain Cirebon. Meski sama-sama digelar seminggu setelah hari Idul Fitri, Keraton Cirebon menggelar tradisi Grebeg Syawal yang dipusatkan di komplek makam Sunan Gunung Jati, Cirebon. Seperti pada Minggu 26 Agustus lalu, ribuan warga Cirebon maupun dari luar kota menyambut dengan antusias  acara rutin tahun ini.

Sultan Raja Emirudin yang merupakan Sultan Kanoman ke-12 memimpin upacara tradisi grebeg syawal yang diawali dengan doa bersama. Kemudian dilanjutkan dengan ziarah ke makam Sultan Cirebon pertama Syekh Syarif Hidayatullah atau lebih dikenal Sunan Gunung Jati  di Pendopo Jinem tempat tertinggi di Astana Gunung Sembung, ke pusara Panembahan Ratu-cicit Sunan Gunung Jati (Sultan Cirebon ke-2), area makam Sultan-Sultan Kanoman Cirebon, serta pusara putri China Nio Ongtin-istri Sunan Gunung Jati. Tak lupa Sultan membasuh muka dengan air dari tujuh sumur di lingkungan makam.

Setelah berziarah, Sultan dan rombongan beristirahat di kompleks tersebut. Selanjutnya, sebelum kembali ke Keraton Kanoman, memberikan sodakoh kepada fakir miskin yang ada di sekitar kompleks dengan cara “curak” (menaburkan uang receh) yang sudah menjadi tradisi setiap tahun.

Pada acara Grebeg Syawal, seluruh pintu masuk yang jumlahnya mencapai sembilan buah di sana dibuka oleh petugas kompleks pemakaman dari yang lokasinya terendah hingga paling tinggi, Namun, masyarakat umum hanya diperkenankan hingga pintu ketujuh serta di pungkuran (bagian belakang) yang bisa dijangkau dari samping luar bangunan kompleks Gunung Sembung.  Sehingga aksi saling dorong pun tak terelakkan. Hal ini terjadi saat Sultan Kanoman membagi uang receh dan bersalaman dengan warga. Sejumlah petugas pun dikerahkan untuk mengamankan sultan dan rombongan.

Sementara salah seorang kerabat Keraton Kanoman Cirebon P. Arief Rahman menjelaskan, tradisi Grebeg Syawal sudah berlangsung ratusan tahun sejak zaman Sunan Gunung Jati masih jumeneng (hidup), karena, pada saat itu pun sudah ada makam para sesepuh Cirebon. “Grebeg Syawal ini untuk mengingatkan Sultan Kanoman beserta kerabat juga masyarakat terhadap kematian, karena, semua manusia akan mati,” katanya. (NURAKHMAYANI)