18 Perguruan Ambil Bagian dalam Pagelaran Pencak Silat di Sawahlunto

18 Perguruan Ambil Bagian dalam Pagelaran Pencak Silat di Sawahlunto

Sebanyak 18 perguruan pencak silat dari Indonesia dan Malaysia ambil bagian dalam Seminar International Pencak Silat yang diselenggarakan di Desa Wisata Rantih, Kota Sawahlunto. Acara yang diselenggarakan di gelanggang permanen ini berjalan sukses dan mendapat animo besar dari masyarakat.

Uniknya, dalam pegelaran pencak silat ini seluruh pesilat harus menaiki perahu sebelum menuju gelanggang. Langkah ini ditempuh untuk memperkenalkan Desa Rantih sebagai desa wisata di Kota Sawahlunto.

Wakil Walikota Sawahlunto, Erizal Ridwan, mengatakan ajang pagelaran pencak silat di Desa Wisata Rantih sekaligus memperkenalkan keberadaan Desa Rantih sebagai desa wisata yang ada di Sawahlunto. Disamping itu, dengan adanya pagelaran pencak silat yang diikuti oleh negara Malaysia ini dapat memperkenalkan Sawahlunto ke dunia internasional.

Sebelum dilangsungkan pagelaran pencak silat yang diikuti oleh 18 perguruan itu, dilakukan prosesi pembukaan gelanggang yang dihadiri oleh Wakil Walikota Sawahlunto, Ketua DPRD dan Sekda Sawahlunto. Gelanggang tersebut langsung dipergunakan untuk pagelaran yang diselenggarakan selama 2 hari tersebut.

Dengan adanya gelanggang pencak silat yang permanen, Erizal Ridwan berharap akan lahir generasi baru dalam dunia pencak silat yang akan mengharumkan nama Sawahlunto nantinya. Sementara kepada masyarakat Desa Rantih diharapkan dapat menjaga gelanggang dan menggunakannya sesuai dengan fungsinya.

Pagelaran pencak silat tersebut tidak hanya diikuti oleh kaum laki laki saja, kaum perempuan juga berperan aktif. Terlihat dari peguruan pencak silat dari Kota Padang Panjang yang menurunkan pasangan kaum hawa. Kehadirian pencak silat kaum hawa ini mendapat sambutan yang sangat meriah dari pengunjung.

Tidak hanya itu, pagelaran juga diisi dengan pesilat yang menggunakan pakaian harimau. Ini mengisyaratan ada beberapa jurus dalam pencak silat yang mengangkat kekuatan binatang dalam dunia persilatan. Bahkan untuk Sumatera Barat sendiri,  Silek Harimau menjadi andalan dalam setiap perguruan yang ada di Ranah Minang ini.  Adrial