MAKAM SULTAN ISKANDAR MUDA

MAKAM SULTAN ISKANDAR MUDA

MAKAM SULTAN ISKANDAR MUDA Pertempuran antara tentara Belanda dengan pejuang-pejuang Aceh yang terjadi mulai tanggal 26 Maret 1873 berlangsung berlarut-larut puluhan tahun lamanya dan telah menghancurkan berbagai lambang kebudayaan dan peninggalan sejarah. Selain mengalami kehancuran akibat pertempuran, pengusaha Belanda juga memusnahkan berbagai peninggalan sejarah. Makam Sultan Iskandar Muda, Puteri Sendi Ratna Indera, Puteri Kamaliah Pahang, Seri Ratu Safiatuddin dan lainnya, dihilangkan jejaknya oleh Pemerintah Belanda, sehingga selama masa kekuasaannya tidak diketahui lagi letaknya.
Pada tanggal 19 Desember 1952, bekas permaisuri salah seorang Sultan Aceh bernama Pocut Meurah telah menunjuk tempat letak dari pada Makam Iskandar Muda yang terletak dekat Krueng Daroy bersebelahan dengan Meuligoe Aceh, tempat kediaman resmi Gubernur Kepala Daerah Nanggroe Aceh Darussalam.