10.000 Penari Meriahkan Puncak Festival Tahunan Budaya Tua Buton

10.000 Penari Meriahkan Puncak Festival Tahunan Budaya Tua Buton

Baubau : Puncak Kemeriahan Peringatan Festival Budaya Tua Buton Sulawesi Tenggara ke-5 tahun 2017 bertema “Peradaban Buton, Pesonakan Indonesia” di meriahkan pagelaran tari kolosal tradisional masyarkat Kabupaten Buton sebanyak 10.000 penari.

Tiga jenis tarian yang ditampilkan diantaranya Tari Waindorigi, Tari Popana serta Tari Kaleko yang di perankan oleh pelajar,  mulai dari tingkat SD hingga Tingkat SLTP di Kabupaten Buton.

Penampilan tari kolosal khas masyarakat Buton tersebut menutup seluruh rangkaian kegiatan tradisional pada Festival tahunan yang terselenggara sejak 19 hingga 25 Agustus 2017 di Lapangan Takawa Buton Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Buton.

Sekretaris Daerah Kabupaten Buton, Kasim mengatakan, bersyukur atas suksesnya seluruh rangkaian kegiatan Festival dan pihaknya akan mendorong kegiatan tahunan tersebut masuk ke kalendar Nasional sehingga dapat terjadwal tiap tahun.

“Tadi ada usulan dari Deputi Kementerian Pariwisata agar kegiatan ini diperhalus namanya menjadi Pesona Buton untuk Indonesia,” tutur Kasim, Kamis (24/8/2017).

Kasim menjelaskan, usulan yang disampaikan kementrian itu, akan disampaiakan kepada kepala daerah dalam hal ini Bupati dan Wakil Bupati Buton.

“Kementerian juga menyampaikan untuk bekerjasama dengan Pemda Buton sehingga dapat diberikan bantuan memadai terkhusus tatarias wajah bagi para gadis yang terlibat dalam setiap rangkaian kegiatan Festival,” jelas Kasim.

Kasim menambahkan, berbagai potensi pariwisata di kabupaten Buton terkhusus Budaya masyarakat  akan terus dikembangkan dan dilestarikan  sehingga dapat dikenal masyarakat lokal bahkan internasional.

“Kegiatan semacam ini kalau terus dipoles akan lebih berkilau,” singkatnya.

Sebelumnya dihari yang sama, juga ditampilkan  Festival Tenun yang menampilkan 100 penenun tradisional Buton, Festival Pedole-dole (tradisi imunisasi) sebanyak 200 anak, Festival Tandaki (Tradisi Sunatan) sebanyak 200 anak, Festival Posuo (Pingitan) sejumlah 200 gadis remaja, serta Pekande-kandea (tradisi makan bersama kuliner khas Buton) sebanyak 2.000 dulang/talang.

Pantauan RRI, kemeriahan pesona tari kolosal jua disaksikan ribuan masyarakat pendatang bahkan beberapa diantaranya turis mancanegara.

rri.com