Kab. Muna

Provinsi : Sulawesi Tenggara

WALIKOTA : LM. Rusman Emba, ST
WAKIL WALIKOTA : Ir. H. Malik Ditu, M.Si

Sejarah : Perjuangan Pembentukan Kabupaten Muna seiring dengan perjuangan pembentukan propinsi Sulawesi tengara. Dalam perjuangan ini dilakukan secara sinergis antara tokoh muda dan tokoh tua baik yang ada di muna ataupun yang ada diperantauan, baik perorangan maupun organisasi.

Tokoh Muda seperti Idrus Efendi, Halim Tobulu, La Ode Enda  dan La Ode Taeda Ahmad dikenal sangat gigih memperjuangkan pembentukan Kabupaten Muna. dan Propinsi Sulawesi Tenggara.

Dengan oraganisasi para militer yang dibentuknya seperti  Batalyon SADAR ( Sarekat Djasa Rahasia) dan Barisan 20 mereka terus menggalang dukungan guna perwujudan pembentukan kabupaten Muna dan Propinsi Sulawesi Tenggara.

Bataliyon SADAR dan Barisan 20 pada awalnya dibentuk untuk melakukan perlawanan terhadap pasukan sekutu ( NICA ) yang diboncengi Belanda yang mencoba kembali untuk melakukan penjajaahan terhadap Indonesia yang telah memproklamirkan kemerdekaannya pada Tanggal 17 Agustus 1945. Dengan Jiwa patriotism yang tinggi Tokoh-Tokoh Muna tersebut melakukan perlawanan melalui gerakan bawah tanah dan perang terbuka. Tujuannya adalah mengusir  colonial tersebut dari bumi Indonesia dalam hal ini termasuk di Muna.

 

Alat Musik : Baasi, Kanda wuta, LadoLado, Nggowuna, Seruling Bambu, Gambus, Ore ore nggae.

Pakaian : Pakaian Adat Babu Nggawi untuk Mempelai Wanita, Pakaian Adat Babu Nggawi Langgai untuk Pengantin Pria, Sulepe atau salupi, Pabele, Sapu ndobo, Leko.

Tempat, Benda, dan Bangunan : Pantai Napabale, Danau Motonuno, Pantai Meleura, Masjid Wuna, Gua Liangkabori.

Masakan : Kabuto,

Seni Tradisional & Even Budaya : Perkelahian kuda,


Heritage Kab. Muna

Rakernas JKPI ke-VI Menetapkan Enam Daerah Sebagai Anggota Baru

Rakernas JKPI ke-VI Menetapkan Enam Daerah Sebagai Anggota Baru

Rakernas Jaringan Kota Pusaka Indonesia(JKPI) ke-6 tahun 2017 yang di pusatkan di Kabupaten Gianyar Provinsi Bali menetapkan enam...