Kab. Kutai Kartanegara

Provinsi : Kalimantan Timur

BUPATI : Rita Widyasari, S.Sos., M.M., Ph.D.
WAKIL BUPATI : Drs. Edi Damansyah, M.Si

Sejarah : Kabupaten Kutai Kartanegara merupakan kelanjutan dari Kabupaten Kutai sebelum terjadi pemekaran wilayah pada tahun 1999. Wilayah Kabupaten Kutai sendiri, termasuk Balikpapan, Bontang dan Samarinda, sebelumnya merupakan wilayah kekuasaan Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura.

Pada tahun 1947, Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura dengan status Daerah Swapraja Kutai masuk dalam Federasi Kalimantan Timur bersama 4 Kesultanan lainnya seperti Bulungan, Sambaliung, Gunung Tabur dan Pasir.

Daerah Swapraja Kutai diubah menjadi Daerah Istimewa Kutai yang merupakan daerah otonom/daerah istimewa setingkat kabupaten berdasarkan UU Darurat No. 3 Tahun 1953.

Pada tahun 1959, status Daerah Istimewa Kutai yang dipimpin Sultan A.M. Parikesit dihapus. Dan berdasarkan UU No. 27 Tahun 1959, daerah ini dibagi menjadi 3 Daerah Tingkat II, yakni:

  1. Kotamadya Balikpapan dengan ibukota Balikpapan
  2. Kotamadya Samarinda dengan ibukota Samarinda
  3. Kabupaten Kutai dengan ibukota Tenggarong

Dengan berakhirnya Daerah Istimewa Kutai, maka berakhir pula kekuasaan Sultan Kutai Kartanegara ing Martadipura. Dalam Sidang Khusus DPRD Daerah Istimewa Kutai pada tanggal 21 Januari 1960, Sultan Kutai Kartanegara A.M. Parikesit secara resmi menyerahkan kekuasaan kepada Aji Raden Padmo selaku Bupati Kutai, Kapten Soedjono selaku Walikota Samarinda dan A.R.S. Muhammad selaku walikota Balikpapan.

Pada tahun 1999, wilayah Kabupaten Kutai dimekarkan menjadi 4 daerah otonom berdasarkan UU No. 47 Tahun 1999, yakni:

  1. Kabupaten Kutai dengan ibu kota Tenggarong
  2. Kabupaten Kutai Barat dengan ibu kota Sendawar
  3. Kabupaten Kutai Timur dengan ibu kota Sangatta
  4. Kota Bontang dengan ibu kota Bontang

Untuk membedakan Kabupaten Kutai sebagai daerah hasil pemekaran, nama kabupaten ini akhirnya diganti menjadi Kabupaten Kutai Kartanegara melalui Peraturan Pemerintah RI No. 8 Tahun 2002 tentang “Perubahan Nama Kabupaten Kutai Menjadi Kabupaten Kutai Kartanegara”. Sebutan Kabupaten Kutai Kartanegara ini merupakan usulan dari Presiden RI Abdurrahman Wahid ketika membuka Munas I Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) di Tenggarong pada tahun 2000.

 

Alat Musik :   Sampek, Gambus, Gemer (Gendang), Ketipung, Kadire, Sluding (Klentengan), Lulung, Jatung Utang, Uding (Uring), Genikng.

Pakaian :

Tempat, Benda, dan Bangunan : Pantai Pangempang di Muara Badak, Bukit Bangkirai di Samboja, Pantai Tanah Merah di Samboja, Danau Semayang di Kota Bangun, Danau Murung di Kota Bangun, Waduk Panji Sukarame di Tenggarong, Pulau Kumala di Tenggarong, Taman Rekreasi Tepian Mahakam Jembatan Kartanegara di Tenggarong, Desa Sungai Bawang di Muara Badak (Kehidupan Suku Dayak), Museum Mulawarman di Tenggarong (peninggalan Kesultanan Kutai Kartanegara), Kedaton Kutai Kartanegara di Tenggarong (istana baru Sultan Kutai Kartanegara), Desa Pondok Labu di Tenggarong (kehidupan suku Dayak), Desa Lekaq Kidau di Sebulu, Lamin suku Dayak di Tabang (kehidupan suku Dayak), Dusun Berubus di Muara Kaman (situs kerajaan tertua di Indonesia), Planetarium Jagad Raya di Tenggarong, Museum Kayu Tuah Himba di Tenggarong, Museum Perjuangan Merah Putih di Sanga-Sanga

Masakan : Ayam cincane, Nasi Bekor, Pepes Kepiting, Sate Payau, Sambal Raja, Bubur Pedas, Gence Ruan, Amplang, Pisang Gapit,

 Lagu :

Seni Tradisional & Even Budaya :

Senjata :


Heritage Kab. Kutai Kartanegara

Rakernas JKPI ke-VI Menetapkan Enam Daerah Sebagai Anggota Baru

Rakernas JKPI ke-VI Menetapkan Enam Daerah Sebagai Anggota Baru

Rakernas Jaringan Kota Pusaka Indonesia(JKPI) ke-6 tahun 2017 yang di pusatkan di Kabupaten Gianyar Provinsi Bali menetapkan enam...