Peringatan Hari Keris Dunia, Kujang Raksasa Bertengger di Paseban Bogor

Peringatan Hari Keris Dunia, Kujang Raksasa Bertengger di Paseban Bogor

Bogor – Peringatan hari keris Dunia 19 april di tandai dengan pemecahan rekor Musium Rekor Indonesia (MURI)  peresmian kujang raksasa di kampung Paseban Desa Megamendung Kecamatan Megamendung Kabupaten Bogor, Kamis (19/4/2018). Kujang raksasa berjenis kujang naga dengan panjang 13 meter dan berat 1,4 ton berbahan besi baja dan nikel yang di tempa secara manual di Sumenep Madura dengan rangka kayu akasia winih pamor paseban akan menjadi monument pusaka yang mengikat budayawan nusantara.

Ketua Umum Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia yang juga wakil ketua DPR RI Fadli Zon dalam kesempatan itupun meluncurkan sebuah hasil kreasi baru perpaduan pusaka gaya baru yang di namakan Kelujang yang merupakan Perpaduan dari bentuk Keris – Celurit dan Kujang.

“Ini momen kita untuk kembali menggali khasanah budaya bangsa dari berbagai literasi dan ternyata pembuatan pusaka sarat akan nilai tata laku dan tata spiritual serta teknologi, para leluhur kita dahulu sudah mengenal ilmu metalurgi melalui koleksi keris purba yang kita tampilkan di sini dan ini harus terus menjadi kebanggaan Indonesia,” Jelas Fadli Zon, Kamis (19/4/2018).

Benda pusaka milenial yang di kerjakan oleh perajin keris asal Sumenep Madura itupun menjadi sebuah pemersatu hasil budaya dan warisan leluhur yang sudah di akui oleh UNESCO. Selain menjadi peringatan hari keris Dunia , wilayah di sekitar lokasi monument kujang terbesar di dunia itupun akan di jadikan laboratorium budaya dan perajin benda pusaka adat seperti keris , kujang dan rencong dan lain sebagianya.  Di sekitar monument itupun di bangun prototype rumah bamboo sunda yang menjadi rujukan dan kajian ilmiah dalam bidang budaya dan ilmu humaniora.

rri.co.id