Rumah Kapitan Cina di Kota Madiun Diusulkan Jadi Cagar Budaya

Rumah Kapitan Cina di Kota Madiun Diusulkan Jadi Cagar Budaya

Madiun: Tim ahli Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang terdiri akademisi dan praktisi telah meninjau 19 bangunan tua di Kota Madiun yang diusulkan menjadi benda cagar budaya, salah satunya rumah Kapitan Cina. 19 bangunan yang ditinjau tim dan berakhir pada pertengahan Maret 2018 itu sebelumnya telah diusukan pemkot menjadi lokasi bersejarah.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olah Raga Kota Madiun, Agus Purwowidagdo mengatakan, saat ini pemkot masih menunggu rekomendasi dan penetapan 19 bangunan itu sebagai cagar budaya oleh Pemprov Jatim. Tiga lokasi yang terakhir dikunjungi tim ahli, yakni rumah Kapitan China di Jalan Kolonel Marhadi, Kelurahan Nambangan Lor, kompleks Gereja Santo Cornelius di Jl. Pahlawan, Kelurahan Pangongangan serta SD Santo Yusuf di Jalan Diponegoro, Kelurahan Madiun Lor.

Dikatakan Agus, rumah Kapitan Cina di Kota Madiun termasuk langka, karena di Indonesia hanya ada dua yakni Madiun dan Medan. Karena itu, pemkot akan mengeksplore situs sejarah di Kota Madiun sebagai benda cagar budaya.

“Dari pihak tim ahli kemarin kan on the spot kesini (Kota Madiun.red). Mereka ingin melihat pengelolaan antara SD sama gereja itu bagaimana. Kemudian rumah Kapitan Cina pun juga dieksplore. Kata tim ahli, rumah kapiten cina itu di Indonesia hanya ada dua, Madiun dan Medan,” ungkap Agus, Kamis (22/3/2018).

Setelah peninjauan lapangan ini, tim ahli akan mengeluarkan rekomendasi terkait bangunan cagar budaya. Diperkirakan rekomendasi tersebut akan turun pada April mendatang. Setelah rekomendasi turun, Pemkot Madiun akan mulai membersihkan dan memasang prasasti-prasasti di 19 bangunan cagar budaya.

rri.co.id