Rayuan Ayu Laksmi Dalam Festival Menonton Gerhana Bulan

Rayuan Ayu Laksmi Dalam Festival Menonton Gerhana Bulan

Jakarta – Puluhan pegiat wisata dari seluruh Indonesia, yang sedang menghelat Festival Indonesia Festival 2018 atau FESTInFEST, turut larut dalam euforia menonton gerhana bulan total atau super blue blood moon eclipse, tadi malam.

Mereka menyaksikan gerhana bulan itu dari lantai 26 Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, Jakarta Pusat, atau tepatnya di rooftop.  Acara nonton bersama yang dinamai Bluemoon Festival itu berlangsung mulai pukul 19.00. Menteri Pariwisata Arief Yahya turut hadir memeriahkan.

Perayaan menyambut gerhana yang terakhir terjadi 152 tahun lalu itu berlangsung seru. Cuaca yang “nano-nano” membikin suasana menjadi naik-turun. Orang-orang tampak cemas memandang langit yang sempat tertutup awan mendung.

Kadang-kadang mereka syahdu menatap langit, kadang-kadang pula asyik mengobrol satu sama lain. Begitu juga dengan Menteri Arief. Ia sesekali mengintip bulan, memastikan kembali muncul atau masih diliput awan.

Seniman Ayu Laksmi, yang juga hadir di festival melihat gerhana itu, langsung menyambar dawainya. Selagi bulan masih tertutup mendung, kira-kira pukul 20.10, ia memainkan alat musik tradisional sambil berdendang.

“Judulnya Wirama Totaka, syair kuno yang saya gubah dengan intonasi kontemporer,” kata Ayu sesaat setelah berdendang. Lagu itu, kata dia, memuat pesan merayu bulan. Tentu juga berisi syair-syair yang mendeskripsikan keindahan purnama.

Tak lama, bulan yang tertutup awan muncul kembali, sekitar pukul 20.38. Bulan yang tampak menggantung tepat di atas Monas ini lantas tampil dengan warna kemerahan dan berbentuk bulat sempurna.

Para peserta Bluemoon Festival, juga Menteri Arief, sontak bersorak dan sejurus kemudian terhanyut dengan keindahan fenomena alam yang langka ini.

travel.tempo.co