Peringatan HUT Kota Pasuruan ke 332, dan Harapan Kedepan Kota Pasuruan Menjadi Kota Pusaka

Peringatan HUT Kota Pasuruan ke 332, dan Harapan Kedepan Kota Pasuruan Menjadi Kota Pusaka

PASURUAN – Kota Pasuruan kini tengah memperingati ke 332. Masyarakat  kota kini bisa menikmati rangkaiannya. Opening HUT jadi dimulai. Suasananya meriah dan disambut antusias rakyat Kota Pasuruan.

Di peringatannya kali ini, Pemkot Pasuruan tak hanya sekedar merayakannya. Ada harapan dan tujuan yang hendak dicapai. Peringatan HUT jadi menjadi ajang untuk membuktikan kesiapan Kota Pasuruan menjadi kota pusaka.

Ya, Pemkot Pasuruan memang menjadikan tahun ini, sebagai fokus persiapan diri sebagai kota pusaka. Hal itu tampak dari berbagai infrastruktur yang disiapkan untuk menunjang kota pusaka.

Wali Kota Pasuruan Setiyono mangatakan, meski Kota Pasuruan tengah disiapkan menjadi kota pusaka, namun identitas kota santri tetap melekat. Untuk mewujudkan target itu, sejumlah program dilaksanakan untuk menguatkan identitas diri sebagai kota pusaka dan kota santri.

“Identitas sebagai kota santri dan kota pusaka, akan membangun Kota Pasuruan menjadi lebih baik. Tentu saja untuk mewujudkan itu semua, diperlukan koordinasi dengan semua pihak. Seperti budayawan, seniman, dan tentu saja ulama,” ujar Setiyono saat ditemui di sela-sela acara prosesi Hari Jadi Kota Pasuruan.

Lebih lanjut, Setiyono menjelaskan, sejumlah pembangunan infrastruktur juga mengarah kepada persiapan sebagai kota pusaka. Pembangunan jam agung di GOR Untung Suropati, kawasan pedestarian di depan Stadion Untung Suropati, rehab alun-alun, dan kemudian pembangunan Pendapa Surga-Surgi, diharapkan memperkuat identitas Kota Pasuruan sebagai kota pusaka.

“Kami terus menyiapkan diri sebagai kota pusaka yang tentu saja harus punya ciri khas yang berbeda dengan kota yang lebih dulu mendapatkan julukan kota pusaka. Ledeng air di alun-alun itu tengah, kami siapkan sebagai ikon tambahan. Nantinya, di sana akan dijadikan wisata bagi masyarakat yang mana masyarakat bisa berfoto di ledeng peninggalan Belanda itu,” terang Setiyono.

Prosesi Hari Jadi Kota Pasuruan ke 332 Kamis berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pembedanya, kirab dan pembacaan pataka dilaksanakan di Pendapa Surga-Surgi. Pembangunan Pendapa Surga-Surgi, gapura, dan ruang rapat mini sendiri, menelan anggaran sekitar Rp 5 miliar.

jawapos.com