Malang Gelar Festival Budaya Nusantara

Malang Gelar Festival Budaya Nusantara

Malang: Kota Malang sebagai kota pendidikan memiliki banyak pelajar maupun mahasiswa pendatang dari seluruh Indonesia. Kegiatan-kegiatan bertajuk festival budaya dinilai sebagai salah satu upaya untuk mempererat keberagaman budaya menjadi satu kesatuan dalam Indonesia.

Sebagai lembaga pendidikan dengan mahasiswa berasal dari seluruh Indonesia, membuat Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Budi Utomo Malang berupaya untuk mensosialisasikan serta melestarikan budaya di bidang seni. Untuk itu, lembaga pencetak tenaga pendidik tersebut menggelar Festival Budaya Nusantara di Kampus C Jalan Citandui Kota Malang, Senin (15/1/2018).

Rektor IKIP Budi Utomo Malang, Nurcholis Sunuyeko mengatakan, kegiatan tersebut diharapkan bisa menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengenalkan budaya masing-masing daerahnya. Mengingat mahasiswa kampus yang kerap disebut ‘IBU’ tersebut mayortas berasal dari luar Malang, khususnya dari kawasan Timur Indonesia.

“Kota Malang sebagai kota kota pendidikan banyak didatangi mahasiswa dari seluruh Indonesia, sehingga perlu adanya silang budaya. Nah, pada kesempatan ini kami ingin memberikan wadah pengenalan budaya melalui para mahasiswa kami yang notabene dari seluruh Indonesia,” ungkap Nurcholis.

Pada kegiatan yang baru pertama kali digelar di IBU tersebut, para mahasiswa harus menggunakan pakaian adat dari masing-masing daerahnya. Selain itu, mereka juga berkesempatan untuk menampilkan kesenian tari maupun nyanyian khas daerah. “Momen petukaran budaya melalui lomba menyanyi lagu daerah secara silang,  serta penampilan kolaborasi kebhinnekaan dari berbagai daerah,” katanya.

Selain untuk memupuk jiwa Bhineka Tunggal Ika, kegiatan tersebut juga diharapkan bisa untuk memupuk toleransi antar budaya dan agama. Apalagi mahasiswa kini dianggap sebagai agen perubahan, dimana mereka bisa menularkan pemikiran-pemikiran toleransi antara budaya dan agama di lingkungan masyarakat.

“Di lingkungan kampus juga harus ada jiwa toleransi. Jiwa ini hanya bisa didukung dengan mengikis sekecil mungkin sekat-sekat SARA. Keinginan ke depan agenda festival budaya ini tak hanya digelar di internal IBU saja, namun juga antar kampus di Kota Malang,” pungkas Nurcholis.

rri.co.id/Image endrita.id