Gamelan, Warisan Budaya Indonesia Yang Mendunia

Gamelan, Warisan Budaya Indonesia Yang Mendunia
Salah satu warisan musik Indonesia yang paling berharga adalah musik gamelan. Musik yang dihasilkan dari perpaduan alat musik gamelan seperti; gong, kenong, kempul, saron, bonang, kendang, dan lain-lain mampu menghasilkan komposisi musik yang sangat indah dan menawan.

Nuansa klasik akan sangat terasa ketika kita mendengarkan alunan musik gamelan ini. Di daerah Jawa, gamelan kerap disebut dengan “gong”. Alat musik ini terbuat dari terbuat dari material kayu dan gangsa. Apa itu gangsa? Gangsa adalah sejenis logam yang dicampur tembaga atau timah.

Cara memainkan gamelan yaitu ditabuh dan dipukul. Ya, sesuai dengan namanya “gamelan” yang berasal dari bahasa jawa gamel, yang artninya dipukul dan ditabuh.

Popularitas Gamelan Jawa 

Gamelan adalah alat musik khas dari Indonesia yang sangat terkenal dan telah mendunia. Bahkan alat musik ini telah tercatat, sebagai warisan budaya dunia asli Indonesia. Saking santer namanya, banyak orang luar yang mati-matian belajar gamelan.

Bahkan di Amerika telah terdapat puluhan komunitas gamelan dan universitas yang saling berbagi ilmu seputar gamelan. Mereka juga telah menyediakan seperangkat alat musik gamelan lengkap dengan guru pendidik yang akan mengajarkan bagaimana cara memainkannya.

Salah satu universitas ternama disana University of California at Los Angeles (UCLA) telah memasukkan program pembelajaran musik gamelan Jawa dan Bali di institutnya. Semua itu dipelopori seorang tokoh ternama Mantle Hood yang belajar musik gamelan dari Indonesia lalu dibawa dan disebarkannya di negara asalnya, Amerika.

Sejarah dan Perkembangan Gamelan Jawa 

 

Asal-usul 

Pada abad ke-8 alat musik gamelan diciptakan berdasarkan relief yang terdapat di Candhi Borobudhur. Alat musik seperti; suling bamboo, kecapi, lonceng, dawai dan semacamnya berhasil ditemukan dalam relief tersebut.

Sejak saat itu pun alat musik tersebut dijadikan sebagai alat musik yang dimainkan dalam alunan musik gamelan jawa. Dulu, pada masa pengaruh budaya Hindu-Budha berkembang di Kerajaan Majapahit, gamelan telah diperkenalkan kepada seluruh masyarakat Jawa yang ada di Kerajaan Majapahit.

Menurut kepercayaan dari orang Jawa, gamelan diciptakan oleh seorang dewa yang dahulu menguasai seluruh tanah Jawa “Sang Hyang Guru Era Saka”. Dulu Sang dewa menciptakan alat musik gong, dan digunakan untuk memanggil dewa-dewa.

Di Jawa musik gamelan ini akrab disebut karawitan. Karawitan adalah sebuah istilah yang dipakai guna menyebutkan alunan musik gamelan yang lembut. Seni karawitan dengan menggunakan seperangkat gamelan dapat kita temui pada seni tari dan seni suara khas Jawa sebagai berikut:
1.Seni suara, meliputi; sinden, bawa, gerong, sendon, dan celuk.
2.Seni perdalangan, meliputi; wayang kulit, wayang golek, wayang gedog, wayang klithik, wayang beber, wayang suluh, dan wayang wahyu.
3.Seni tari, meliputi; tari pethilan, bedayan, golek, wireng, dan tari srimpi.

Diluar itu, seni gamelan Jawa bukan cuma dimainkan untuk mengiringi seni suara, seni tari, dan atraksi wayang saja. Ketika diadakan acara resmi kerajaan di keraton misalnya, gamelan Jawa digunakan sebagai alunan musik pengiring acara tersebut.

Terlebih, jikalau ada seorang anggota keraton yang menggelar acara sakral dan suci, seperti melangsungkan pernikahan dengan menggunakan tradisi Jawa. Tak hanya warga keraton saja, masyarakat Jawa pun masih banyak yang memilih alunan musik gamelan ketika mengadakan acara resepsi pernikahan.
newartikelfahmi.blogspot.co.id