Wali Kota Malang Sebut Baubau Masih Pertahankan Local Wisdom

Wali Kota Malang Sebut Baubau Masih Pertahankan Local Wisdom

Wali Kota Malang, Jawa Timur, H Muhammad Anton atau yang akrab disapa Abah Anton menilai Kota Baubau masih mempertahankan local wisdom (kearifan lokal).

“Saya melihat dari kegiatan karnaval budaya napak tilas Arung Palaka kemarin. Ini sangat memberikan penguatan tentang local wisdomnya tentang kultur asli yang masih dipertahankan. Ini bisa memberikan suatu wawasan kepada seluruh anak-anak, generasi kita,” ujar Abah Anton disela kegiatan pra kongres JKPI yang dihelat di Gedung Salsa, Kelurahan Sulaa, Kota Baubau, Senin (20/11/2017).

Wali Kota Malang ini berharap generasi muda Kota Baubau bisa mempertahankan apa yang telah diwariskan oleh leluhur Buton.

“Apa lagi saat ini kita sudah masuk di era globalisasi, generasi milenial untuk tidak melupakan kultur budaya.
Jangan pernah meninggalkan kultur budaya kita yang asli, karena era-era seperti ini gampang sekali kita termotivasi pada hal-hal yang bersifat negatif. maka itu jangan sampai kultur budaya kita yang asli ini luntur pada diri kita,” katanya.

Harapannya, kata Abah Anton, JKPI dapat menjadi wadah yang tidak hanya mempertahankan tetapi juga melestarikan cagar budaya.

“Sebagai pengurus di JKPI ini, saya berharap sekali bahwa kita ingin tidak hanya mempertahankan tetapi juga melestarikan cagar budaya yang tentu ini warisan leluhur kita Bangsa Indonesia,” harap Abah Anton.

Menurutnya, sejak dulu hingga sekarang bangsa ini terkenal dengan kerajaan-kerajaan yang ada di seluruh wilayah Indonesia.

“Dengan penyatuan lewat JKPI ini, salah satu bentuk kebersamaan untuk keragamaan yang ada di Indonesia, bagaimana kota-kota JKPI ini bisa memberikan tentang bagaimana penguatan nilai-nilai luhur dari masing-masing kota itu sendiri,” terang Abah Anton.

Abah Anton menjelaskan bahwa Kota Malang merupakan salah satu kota yang memiliki kerajaan tertua.

“Kerajaan tertua Kanjuruan di mana pada waktu itu merupakan bagian dari kerajaan Gajahmada yang sekarang menjadi bagian dari sejarah untuk melanjutkan pembangunan keberlanjutan Kota Malang, di dalam kultur budayanya,” tutur Abah Anton.

butonpos.fajar.co.id/keptonnews