Senjata Khas Dayak yang Ditakuti Belanda dan Suku Lainnya

Senjata Khas Dayak yang Ditakuti Belanda dan Suku Lainnya

KUTAI, KALIMANTAN TIMUR – Berbicara dan bercerita tentang suku Dayak tak pernah habisnya. Banyak kisah dan cerita penuh misteri dan menakutkan. Sejarah sudah membuktikan lewat tangis para serdadu Belanda kemudian Jepang yang digasak oleh mereka tatkala mengganggu Kalimantan.

Yang selalu menarik adalah kisah dan cerita seputar kesaktian mereka. Dari kisah tentang segala sesuatu yang menakut, satu hal yang menambah rasa takut dari suku Dayak adalah tentang senjata yang mereka miliki.

Anda mungkin berpikir jika hanya Mandau dan sumpit yang pernah penulis paparkan di media online Netralnews ini. Padahal, ada senjata-senjata lain yang mereka miliki dan rata-rata sama menyeramkannya.

1. Mandau, Senjata Utama Suku Dayak

Senjata Mandau ini memang khas Dayak dan hanya ditemui di sana. Dilihat dari bentuk, mandau ini sama seperti pedang pada umumnya. Hanya saja ia memiliki beberapa ciri khas berupa ornamen-ornamennya yang cantik. Bahkan beberapa mandau juga dihiasi emas dan perak.

Menurut kabar, mandau ini tidak hanya sekedar senjata tapi juga memiliki kesaktiannya sendiri. Ia bisa dikemas dengan semacam sihir sehingga katanya bisa terbang sendiri mencari korbannya. Mandau sendiri sangat sakral bagi orang Dayak. Makanya, senjata ini begitu dijaga dan dirawat betul-betul.

2. Sumpit Dayak yang Sehebat Senapan Sniper

Tak hanya Mandau, Dayak juga memiliki senjata mematikan lainnya. Namanya adalah Sipet atau dalam bahasa sehari-hari disebut Sumpit. Senjata ini berbentuk panjang dengan lubang di tengahnya. Seperti senapan, Sumpit ini dipakai untuk menembakkan jarum-jarum.

Jangan sekali-kali diremehkan karena kecepatan jarum pelurunya bisa menyamai senapan. Belum lagi jarum-jarum itu dibubuhi racun ganas yang membuat korbannya bakal tak bernapas dalam waktu yang relatif cepat.

Sipet ini sangat akurat dan presisi ketika dipakai oleh si empunya. Jadi, kalau orang-orang Dayak sudah membidik, maka kemungkinan melesetnya sangat kecil. Senjata ini pernah bikin tentara Belanda terkencing-kencing dalam arti sesungguhnya.

3. Lonjo, Tombok Khas Dayak yang Sangar

Selain Sipet dan Mandau, Dayak juga punya yang namanya Lonjo. Senjata ini bentuknya mirip dengan tombak pada umumnya. Tapi, karena kita yang bicarakan adalah Dayak, maka Lonjo ini jelas beda. Kabar mengatakan kalau Lonjo ini bertuah. Ia memiliki semacam energi khas yang mampu membuat pemiliknya menjadi lebih kuat.

Lonjo sendiri terbagi atas mata tombak dan juga gagangnya. Untuk gagang, biasanya memakai kayu-kayu khusus serta memiliki beberapa hiasan. Penggunaan Lonjo ini macam-macam, mulai dari berburu sampai berperang.

4. Dohong, Keris Sakti Ala Dayak

Di antara semua senjata Dayak, Dohong mungkin adalah yang paling asing di telinga masyarakat umum. Alasannya tak lain karena senjata ini eksistensinya sudah langka. Padahal kalau melihat sejarah, Dohong lebih dulu dipakai sebelum Mandau dan yang lainnya.

Dohong sendiri bentuknya agak mirip keris. Dasarnya adalah pisau biasa namun memiliki lekuk-lekuk unik. Senjata ini sekarang sudah menjadi semacam pusaka sehingga tidak dipakai untuk mendampingi aktivitas sehari-hari.

Tapi, untuk acara-acara tertentu kadang Dohong dikeluarkan sebentar. Senjata ini sendiri katanya kalau dijual sangat mahal harganya karena mengandung nilai sejarah yang luar biasa.

Selain senjata yang menakutkan itu, ditambah lagi dengan panglima burung yang kerap terdengar an sudah pernah juga dipaparkan pada Netralnews ini, membuat rasa takut dan seram terhadap suku Dayak bisa tak terlukiskan.

kabar-indonesia.net