Indonesia International Heritage Cities Expo 2014 Indoor Tenis Senayan Jakarta 3,4 dan 5 Oktober 2014

Serbuk Daun Kawo

Serbuk Daun Kawo

Minuman Serbuk Daun Kawo merupakan minumkan khas masyarakat suku Kerinci (Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci) yang telah  dikonsumsi sejak  masa lalu. Sebelum mengenal teh, masyarakat suku Kerinci  dimasa lalu telah menggunakan” Racikan Daun” dari tunas tunas muda  daun Kopi atau yang lebih dikenal dengan sebutan”Serbuk Daun Kawo”sebagai minuman tradisional ,dan pada masa lalu Kolonial Belanda sering menyebutkan masyarakat dikawasan ini akrab disebut”Melayu Kopi Daun”,dan pada zaman kolonial hingga pasca kemerdekaan  Teh yang dihasilkan oleh Perusahaan perkebunan Teh Kebun Kajoe Aro pada masa itu sulit untuk dikonsumsi oleh masyarakat petani mengingat  teh yangdihasilkan oleh perkebunan Kajoe Aro  di eksport keluar Negeri teurtama diekpsort ke kawasan eropa dan timur tengah

Fakta sejarah mengemukakan salah satu alasan Kolonial ingin menguasai alam Kerinci karena daerah yang berada dikawasan puncak andalas Sumatera di kenal sebagai daerah subur yang sangat cocok untuk budi daya tanaman Kopi disamping tanaman Cengkeh, Teh , Casiavera dan aneka tanaman pangan..

Sejak beberapa puluh tahun terakhir tunas tunas daun kopi dipetik dan tidak dimanfaatkan oleh para petani kopi, tunas tunas muda Daun Kopi yang telah dipetik itu dibiarkan percuma  dan diangggap sebagai limbah

Tunas tunas muda daun Kopi yang menempel pada batang, mesti dibuang karena jika dibiarkan akan menghambat pertumbuhan kopi dan jika pucuk pucuk daun kopi dibiarkan tumbuh akan mempengaruhi volume hasil petik buah dan mengganggu kwalitas buah biji kopi

Proses pembuatan “Serbuk Daun Kawo” sejak masa lalu hingga masa kini dilakukan melalui tekhnologi yang sangat sederhana melalui metode pengeringan dan melalui proses pemanasan melalui pendiangan pada bara api.dan “Serbuk Daun Kawo” yang diolah secara tradisional ini memiliki cita rasa dan aroma alami yang spesifik,dan secara ekonomis usaha pengolahan tunas tunas daun kopi muda menjadi serbuk daun kawo dapat membantu usaha penambahan pendapatan keluarga terutama bagi petani kopi khususnya yang berada di Kota Sungai Penuh.

Pada masa lampau masyarakat di dusun dusun menggunakan “Tabun Kawo“ dari Ruas Bambu (mirip termos) yang ditutup dengan ijuk  enau  sebagai media penyaring serbuk daun kawo dan dimasa lalu masyarakat menggunakan sayak (Cangkir) yang terbuat dari tempurung kelapa yang telah dibersihkan dari sabut ,disejumlah dusun dusun tradisional di Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci kalangan Masyarakat usia lanjut (Manula) dan Petani tradisional masih mengkonsumsi Serbuk Daun Kawo,pengakuan para penikmat Serbuk Daun Kawo menyebutkan bahwa mengkonsumsi Serbuk Daun Kawo dapat mengurangi ketergantungan terhadap kopi bagi penderita hypertensi,dan dapat mencegah asam urat ,mencegah/mengurangi gejala reumatik dan dapat meningkatkan daya tahan/stamina tubuh,konon Serbuk Daun Kawo mengandung zat Anti Bodi yang dapat membantu menetralisir kadar racun kimia yang ada di dalam tubuh(perlu uji klinis-)

Related posts: