DAN ANAK-ANAK PUN GEMBIRA BERMAIN MUSIK KERONCONG

DAN ANAK-ANAK PUN GEMBIRA BERMAIN MUSIK KERONCONG

Siapa bilang musik keroncong hanya akrab di telinga orang-orang tua? Di tempat ini anak-anak
sejak usia dini sudah terbiasa dengan musik keroncong. Bahkan mereka membentuk band
tersendiri. The Mardijkers Jr. Toegoe namanya. Ya, sesuai denghan namanya mereka memang
berasal dari Tugu, Cilincing Jakarta Utara. Anak-anak usia 11 hingga 20 tahun ini merupakan
metamorfosa alih generasi kelompok Krontjong Toegoe.

Andre Juan Michiels anggota Krontjong Toegoe yang mendirikan The Mardijkers Jr. Toegoe
pada 5 Okotober 2008. Awal berdirinya band ini bernama Krontjong Toegoe Jr, namun dua
tahun kemudian berubah nama menjadi The Mardijkers Jr. Toegoe. The Mardijkers sendiri
berarti yang dimerdekakan. Pada waktu tawanan Portugis dan budak asal Goa (India) di
Kampung Tugu dibebaskan pada tahun 1661 oleh Pemerintah Hindia Belanda (VOC), mereka
diharuskan pindah agama dari Katholik menjadi Protestan, sehingga kebiasaan menyanyikan
lagu Fado (lagu rakyat Portugis) menjadi wajib dinyanyikan seperti dalam Gereja Protestan,
yang pada tangga nada mayor. Kemudian tahun 1880 Musik Keroncong lahir, dan awal ini
Musik Keroncong juga dipengaruhi lagu Hawai yang dalam tangga nada mayor, yang juga
berkembang pesat di Indonesia bersamaan dengan Musik Keroncong. “Mereka ini adalah
generasi ke 11 dari Michiels yang dimerdekakan,” ujar Andre.

Tidak mudah mengajak anak-anak ini latihan bermain musik. Apalagi jika mereka sibuk bermain.
Namun Andre tak hilang akal untuk melatih mereka. Awalnya Andre memperkenalkan lagu
anak-anak untuk mereka mainkan dengan alat-alat musik yang mereka kuasai. Setelah itu,
mereka mulai dilatih bermain lagu yang mereka suka. Baru kemudian mengajak mereka
untuk bermain musik keroncong. Mereka diperkenalkan alat-alat musik yang dipakai untuk
memainkan lagu keroncong. Seperti prounga (gitar berdawai tiga), mecina (gitar kecil berdawai
empat), cafacinho, cello dan biola Secara rutin setiap Sabtu malam mereka berlatih.

Hasilnya? Kurang dari dua bulan The Mardijkers mulai tampil pertama pada Festival Toegoe
2008 yang dihadiri oleh duta besar Portugal. Hingga kini The Mardijkers mulai dikenal dan kerap
tampil di berbagai acara bahkan secara langsung tampil di stasiun televisi. The Mardijkers Jr.
Toegoe diharapkan dapat melestarikan musik keroncong di masa mendatang. Selain itu The
Mardijkers Jr. Toegoe juga diharapkan mampu mempopulerkan keroncong ke generasi muda.
Sebab musik keroncong merupakan musik asli Indonesia dan bukan musik yang berasal dari
Portugis. Sehingga sudah selayaknya musik keroncong yang merupakan bagian dari budaya
Indonesia harus dilestarikan dan jangan sampai hilang tenggelam derasnya arus musik pop saat
ini.


(NURAKHMAYANI)